My Reflection about Life

Dosa

Betapa kata yang sungguh menakutkan bagi siapa pun di muka bumi ini yang mengaku beragama, karena pada dasarnya manusia takut salah, dan takut ditimpa celaka  dan mempunyai hidup yang susah baik di bumi maupun di akhirat nanti.  Namun sejak manusia jatuh ke dalam dosa, sifat-sifat buruk telah menyatu dalam diri jiwa manusia itu sendiri, yang akibatnya tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada sesama manusia lain dan alam ini. Ku tercengang sampai tak dapat bergerak melihat  kesedihan demi kesedihan, kehancuran demi kehancuran manusia dan alam semesta ini.

Dosa telah menyebabkan segala macam permusuhan yang tiada henti-hentinya terhadap diri sendiri , orang lain, maupun Tuhan, dalam bentuk perwujudannya dalam berbagai bentuk kejahatan baik secara karakter pribadi maupun berbagai perbuatan kejahatan. Sehingga akibat dari semuanya ini mengalirlah air mata yang tiada henti-hentinya baik dari pihak pelaku maupun korban. Tak kuat ku lihat semuanya ini, semua keserakahan, dendam, kecemburuan dan iri hati, egoisme, dll yang menjadi sumber segala penderitaan orang lain dan segala mahluk di muka bumi ini.

Dosa juga bagi sebagian orang yang telah tertutup hati nuraninya adalah kenikmatan, sehingga dosa terus menerus dilakukan dan tidak menganggapnya lagi sebagai kejahatan bahkan bisa menjadi sebaliknya. Sekali lagi semuanya ini membuatku  tercengang, ngeri.  Akhirnya dapat kusimpulkan bahwa segala mahluk hidup termasuk manusia sebenarnya tidak mempunyai kebebasan untuk hidup.

Ku merenung diri sendiri, betapa fana dan lemahnya manusia sehingga mudah jatuh dalam dosa. Mungkin kita tahu itu salah, tapi tetap melakukannya. Kita menjadi seperti terjerat, terikat. Kejahatan tumbuh, dan berkembang, dan akhirnya berbuah dalam diriku  Ku menjadi takut, karena memikirkannya ketika kita harus bertanggung jawab segala perbuatan kita kepada Tuhan di akhirat kelak.  Ku hanya dapat berdoa mohon Tuhan mengampuni segala kesalahan dan kelemahanku dan menolongku untuk menjadi orang yang lebih baik.

Ketika kesedihan menimpaku, ku telah berbuat kesalahan, ku memohon ampun, memohon belas kasihanMU Tuhanku.

O, Divine Redeemer

By Charles Gounod

Ah, turn me not away, receive me though unworthy.

Hear Thou my cry, hear Thou my cry behold, Lord, my distress!

Answer me from Thy throne. Haste Thee, Lord, to mine aid!

Thy pity show in my deep anguish, Thy pity show in my deep anguish.

Let not the sword of vengeance smite me, Though righteous Thine anger, O Lord!

Shield me in danger, o regard me! On Thee, Lord, alone will I call!

O divine Reedemer, O divine Redeemer!

I pray Thee grant me pardon, and remember not, remember not my sins! Forgive me!

Night gathes round my soul. Fearful, I cry to Thee.

Come to mine aid, O Lord! Haste Thee, Lord, haste to help me!

Hear my cry, hear my cry. Save me, Lord in Thy mercy;

Hear my cry, hear my cry. Come and save me, O Lord!

 

O divine Reedemer, O divine Redeemer!

I pray Thee grant me pardon, and remember not, remember not, O Lord, my sins!

Save in the day of retribution, from death shield Thou me, O my God!

O divine Redeemer, have mercy! Help me Saviour!

 

Jakarta, 15 Jan 2009

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.